Mei 12, 2026

Pemerintahan

Polda Papua Tengah Berkarya bersama Petani Jagung di Yaro dan Wanggar

Nabire, 23 April 2026 — Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Papua Tengah melalui Subdit II Bidang Ekonomi melaksanakan kegiatan monitoring terhadap petani jagung di Distrik Yaro dan Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, pada 22–23 April 2026.

Kegiatan selama dua hari tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polda Papua Tengah dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani di lapangan.

Ketua Kelompok Tani Tunas Muda Jayamukti Distrik Yaro, Dodi Hilapok, menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung jajaran Polda Papua Tengah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polda Papua Tengah, khususnya Subdit II Ekonomi Dit Intelkam, yang telah melihat langsung kinerja kami sebagai petani jagung,” ujarnya.

Dodi berharap kunjungan tersebut tidak hanya bersifat monitoring, tetapi juga diikuti dengan solusi konkret terhadap berbagai hambatan yang dihadapi petani.

“Kami berharap kendala di lapangan, seperti kebutuhan alat pertanian, pupuk, dan bahan lainnya, dapat ditinjau langsung dan diberikan solusi,” tambahnya.

Ia juga menilai kegiatan ini sebagai langkah awal yang positif dalam membangun kedekatan antara aparat kepolisian dan petani.

“Kami sangat terkesan karena ini merupakan kali pertama Polda Papua Tengah melalui Subdit II Ekonomi turun langsung dengan antusias kepada petani. Harapannya program ini dapat terus berlanjut untuk mendukung petani, khususnya Orang Asli Papua,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kabupaten Nabire, Frederika Marey, turut menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Polda Papua Tengah melalui Subdit II Ekonomi yang telah memonitor perkembangan serta kendala petani jagung di lapangan,” ujarnya.

Menurut Frederika, kegiatan ini memiliki dampak strategis terhadap penguatan ketahanan pangan di wilayah Papua Tengah.

“Dengan adanya pemantauan ini, diharapkan dapat menunjang ketahanan pangan, khususnya di Papua Tengah,” ucapnya.

Ia juga berharap program serupa dapat terus berlanjut sebagai bentuk dukungan moral dan teknis bagi para petani.

“Program ini menjadi motivasi yang sangat baik untuk meningkatkan semangat petani jagung, khususnya masyarakat asli Papua, dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi,” tambahnya.

Frederika menekankan pentingnya keberlanjutan pendampingan dari pihak kepolisian dalam memberikan edukasi positif kepada kelompok tani.

“Kami berharap peninjauan yang dilakukan dapat terus memberikan pemahaman yang membangun, sehingga kelompok tani di Distrik Yaro dan Distrik Wanggar dapat meningkatkan kualitas produksi jagung ke depan,” tutupnya.

Daftar kelompok tani:

1. Kelompok Tani Tunas Muda Jayamukti – Ketua: Dodi Hilapok

2. Kelompok Tani Nekamese Jayamukti – Ketua: Theodorus Bawaren

3. Kelompok Tani Abema Yaro Makmur – Ketua: Elki Matuan

4. Kelompok Tani Kuluber Kalimati – Ketua: Mas Wonda

5. Kelompok Tani Yabuerwok – Ketua: Endison Kogoya

6. Kelompok Tani Nuri II – Ketua: Petrus Gobai