Polri Ajak Mahasiswa dan Masyarakat Jaga Stabilitas Kamtibmas Pasca Kerusuhan di Dogiyai

Nabire – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret 2026, Kepolisian Daerah Papua Tengah melalui Direktorat Intelkam melaksanakan kegiatan tatap muka bersama perwakilan Ikatan Pemuda Mahasiswa Dogiyai (IPMADO), pada Minggu, 12 April 2026.

Pertemuan tersebut diwakili oleh Kanit I Subdit IV Kamneg Direktorat Intelkam Polda Papua Tengah, Iptu I Ketut Suartika, S.Sos., yang berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh kekeluargaan di salah satu tempat di Kota Nabire.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Kepolisian mengajak perwakilan mahasiswa Dogiyai Kota Studi Nabire (IPMADO) serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, damai, dan kondusif pasca insiden kerusuhan di Kabupaten Dogiyai.

Iptu I Ketut Suartika menegaskan bahwa Polri berkomitmen menangani setiap permasalahan secara profesional dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Ia juga mengimbau para intelektual mahasiswa serta masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, terutama informasi yang beredar di media sosial maupun isu-isu yang berpotensi memicu konflik baru.

“Kami berharap seluruh komponen masyarakat, khususnya para mahasiswa sebagai kaum intelektual, dapat menjadi penyejuk di tengah masyarakat dan bersama-sama menjaga keamanan serta persatuan di Papua Tengah,” ujarnya.

Selain itu, Kepolisian juga berharap seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda dapat mengambil peran aktif dalam menenangkan masyarakat serta mengedepankan komunikasi dan dialog sebagai langkah penyelesaian persoalan secara damai.

Polda Papua Tengah juga menegaskan keterbukaannya dalam membangun koordinasi dan kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat demi terciptanya stabilitas keamanan yang berkelanjutan di Kabupaten Dogiyai maupun wilayah Papua Tengah secara umum.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan mahasiswa IPMADO menyampaikan apresiasi atas ruang dialog yang dibangun oleh Kepolisian. Mereka menegaskan bahwa mahasiswa akan terus mengawal proses penegakan hukum terkait berbagai persoalan yang terjadi di Dogiyai.

Selain itu, IPMADO juga menyatakan komitmennya untuk terus menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah melalui DPR Papua Tengah (DPRP) guna mendorong penyelesaian konflik secara menyeluruh, baik di Kabupaten Dogiyai maupun di wilayah Papua Tengah secara umum.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah positif dalam membangun komunikasi yang harmonis antara aparat keamanan, mahasiswa, dan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat persatuan dan perdamaian di Tanah Papua.

Share it :